WHAY LOVE?

BY. PWB

Namaku adalah Septian Adi, cukup panggil saja Adi dan jangan panggil nama depanku. Bagiku nama itu kurang hoki. Kenapa? Orang akan senang memanggil dengan “sep” ato “septi”. Itu sangat menurunkan derajat dan martabatku :p. Waktu sekolah aku tergolong murid yang terdepan, karena mejaku juga memang di barisan paling depan. Guru-guruku bilang aku punya SDM yang bagus tapi aku sendiri justuru kurang percaya. Dan itu bukan tanpa alasan, hal itu baru bisa kubuktikan saat aku lulus dan mencari kerja. Alhamdulillah! Diterima kerja kantoran. Siapapun yang mendengar kerja kantoran pasti kesannya wah dan keren. Siapa gitu yang tidak mau kerja di ruangan AC, di depan komputer, pulang jam lima dan sabtu-minggu libur.

Pekerjaanku sih tidak terlalu rumit dan lingkungannya pun cukup membuatku nyaman. Tapi sayangnya aku dinyatakan TIDAK LULUS EVALUASI. Kenapa saudara-saudara? Ini karena faktor internal yakni attitude. Aku masih membawa sifat anak sekolahku yang senang bermain, tidak bisa serius dan lain-lain. sebuah kenyataan yang menyedihkan dimana ternyata temanku lah yang diterima. Aku pulang dengan membawa semua kekecewaan, penilaian itu memang tidak salah tapi rasanya sulit menerima. Alhasil aku menganggur beberapa bulan, kerjaanku di rumah cuma makan-online-tidur. Tapi herannya aku tetap punya sibuk dengan beberapa acara atau ajakan main yang entah datang secara ajaib. Inilah yang disebut Pengacara (pengangguran banyak acara).

Tapi tidak bisa begini terus donk! Aku harus bergerak. Maka dikarenakan itu aku mencoba melamar sebagai SPM (Sales Promotion Man) di sebuah ritel handphone. Awalnya aku merasa pekerjaan sebagai SPM/SPG itu pekerjaan yang rendah dan memalukan. Tapi setelah aku menyelaminya ternyata seru juga. Aku jadi punya banyak teman dan mengetahui hitam-putihnya dunia ritel. Dan satu hal yang membuatku heran, ketika aku terjun di dunia kerja yang ini aku jadi jauh lebih kalem dan dewasa. 180 derajat berbeda saat di kantor. Aneh memang tapi ini kenyataannya.

Paling tidak dengan pekerjaan ini aku ingin belajar berdagang, kan tidak akan selamanya aku kerja dengan orang lain. aku juga ingin punya perusahaan sendiri dengan jabatan sebagai presiden direktur (angan-anganku saat kerja di kantor dulu). Apalagi aku bekerja di tempat handphone yang memang hobiku. Maka semangatku pun makin menggebu-gebu.

Tapi semangatku makin menggebu saat aku bertemu dengan gadis itu. Dia salah satu SPG event printer pindahan dari toko lain karena SPG yang bertugas di tokoku resign. Namanya Nisa, dia tampak cantik mengenakan kerudung dan seragam kerjanya yang berwarna hitam. Tapi saat itu aku sedang tidak terlalu ada rasa. Berhubung dia itu anak baru maka aku sering-sering saja mengajak dia ngobrol. Dan Nisa anak yang enak diajak ngobrol.

Rasa itu malah semakin nyata saat salah satu temanku menceletukiku.
“di, lu gak nyari pacar?”
“enggak,” jawabku malas sambil mengecek lembar stok.
“tuh Nisa cakep, jadiin aja gih!”
“gue lagi gak napsu ama cewek,” jawabku asal.
Sialnya ada malaikat lewat dan mencatatnya. Aku jadi mulai ada perasaan lebih kepada Nisa.

Aku masih mencoba dekat dengan Nisa hingga pada akhirnya aku harus mengubur dalam-dalam perasaanku. Ada beberapa kenyataan menyakitkan yang melatar belakangi pertama Nisa sudah punya monyet (baca: pacar), kedua Nisa itu sebenarnya anak orang kaya yang iseng-iseng mencoba kerja jadi SPG (aku dan Nisa beda kasta) dan yang ketiga aku bukan siapa-siapa. Terlebih lagi aku merasa hubunganku dengan Nisa makin merenggang. Entah dia yang semakin menjauh atau cuma perasaanku. Tapi kalau memang ini cuma perasaanku kenapa terasa begitu nyata ya?

Aku makin yakin Nisa memang menjauh dariku, padahal dulu aku dan dia begitu dekat. Kalau istirahat bareng, ngobrol ini-itu sampai ngalor ngidul, menggosipi orang aneh yang datang di toko. Apa Nisa sudah tau perasaanku kepadanya ya? memang aku tidak ragu jujur kepada kawan-kawanku bahwa aku punya rasa terhadap Nisa. Aku mendadak galau, dan sifat jelekku keluar: jika seseorang menjauh maka aku pun akan menjauh juga, bahkan cenderung bersikap dingin. Kadang saat Nisa sedang mampir di stan ku, aku cuma cuek tanpa menyapa atau sekedar basa-basi. Sampai-sampai temanku menegur.
“lu kenapa sih di? Kayaknya sensi banget ama Nisa?”
“gak apa-apa kok, biasa aja.” Jawabku cuek plus bohong.
(terkadang kalau ingat saat itu, aku amat sangat menyesal. Kenapa aku begitu egois dan kekanak-kanakan)

Aku mengamati wajahku di cermin berkali-kali, ada yang bilang aku manis tapi itu juga emak-emak. Bisa dibilang wajahku ini terlalu biasa khas orang kampung. Kulitku tidak putih bahkan cenderung gelap. Berbanding terbalik dengan Nisa yang putih mulus dan terawat. Kalau ada James Blunt dia akan menyanyikan lagu You’re Beautiful sekaligus untuk menyindirku:

You're beautiful. You're beautiful.
You're beautiful, it's true.

but it’s time to face the truth,
'Cause I'll never be with you.

Yeah! Kamu begitu cantik dan sempurna, namun aku tak akan mungkin bersamamu. Aku harus menerima kenyataan meskipun sangat pahit. Jadilah lelaki yang dewasa!

Hingga Nisa di penghujung habis kontrak di bulan November tidak diteruskan karena niat mulianya yang kuliah. Hubunganku dengan Nisa cuma begitu-begitu saja, tak ada lebih dari teman satu toko. Aku kadang cuma bisa mengamatinya dari tempatku saat Nisa sedang mengambil merapikan display produknya. Aku cuma bisa tersenyum dan berkata dalam hati, kamu pantas mendapatkan yang seribu kali jauh lebih baik dariku.

“good luck ya sa, mau kuliah di IKJ nih..” godaku sembari menjabat tangannya.
“hehe, iya nih di. Makasih ya, by the way kapan nih lu kuliah juga?”
“kapan kapan sajalah,” jawabku enteng. “masih mau cari duit dulu, mau bikin usaha suatu hari nanti..”
“okeh, kalo udah jadi bos ajak-ajak gue ya..” ujar Nisa sambil nyengir.
“beres,” jawabku sambil mengancungkan jempol.
Nisa tersenyum, dia tampak begitu high class mengenakan blezer cokelat dan kontak lens berwarna hitam. Saat itu sudah jam pulang, dia berniat membeli panggangan barbekue dua unit pula. Nisa bilang untuk mama nya.
Sekarang dia pergi, aku tak akan bisa melihatnya beraktifitas lagi di toko. Aku pasti akan merindukannya.

Diam-diam di facebook aku membuat sebuah album dimana hanya aku yang bisa buka. Album itu ku beri nama ‘gak semua boleh liat’. Itu sebuah album khusus yang kuisi foto Nisa, foto yang ku bluetooth diam-diam dari ponselnya. Dan juga beberapa fotonya yang ku jepret dengan ponselku. Ada satu foto Nisa yang kuambil saat dia dalam posisi yang tidak siap, aku memfotonya secara tiba-tiba. Tapi karena memang dasarnya Nisa itu cantik maka dia di foto itu justru terlihat seksi dan cantik. Aku tak bosan-bosannya memandangi foto itu. seandainya saja waktu bisa diputar lagi (galau).

***

Life must go on! Begitulah prinsipku, simpan dulu masa lalu di album kenangan. Aku beberapa kali pindah kerja. Maklum aku kan orangnya gampang bosan. Aku selalu mencari yang lebih baik dan kupikir hal itu manusiawi. Aku melihat ibuku yang tengah berdoa saat selesai sholat, beliau selalu mendoakanku yang agar jadi yang terbaik. Tanpa kehadiran Ayah, kehidupan kami memang sedikit oleng terbentur kebutuhan ekonomi yang makin menjadi namun Ibu tetap tidak menyerah. Ibu sudah cukup menjalani kehidupan yang susah dan aku sebagai anak yang berbakti ingin beliau hidup serba berkecukupan. Aku akan berusaha keras demi ibuku. Percuma memegang ijazah SMK jika ilmu entrepreneurship nya tak bisa kugunakan dengan maksimal.

Aku sudah bertekad untuk menjadi orang. Sebagian gajiku sudah kusisihkan untuk modal. Bukan modal kawin tapi modal usaha, kalau modalnya sudah ada kan mau bikin usaha apa saja jadi lebih mudah. Teringat kata-kata guru wirausahaku dulu, gunakanlah prinsip orang china! Untung seribu yang dimakan sepuluh persennya sedang yang sembilan puluh persen ditabung. Mantap sekali, pantas saja orang china cepat kaya. Tidak lupa satu petuah penting: jika anda akan membangun sebuah usaha, anda harus punya modal cadangan. Katakanlah modalnya lima puluh juta maka anda harus punya lima puluh juta lagi sebagai cadangannya. Kedengarannya berat tapi jadi semacam tantangan tersendiri buatku.

Memang sih gonta-ganti pekerjaan itu kesannya seperti orang yang tidak punya pendirian. Tapi kalau memang sudah tidak betah atau ada peluang yang jauh lebih baik, sah-sah saja kan? Aku memang terus mengeksplorasi diri, aku sempat menjajal ritel aksesoris komputer tapi ternyata memang jiwaku itu jiwa penjual handphone jadi akhirnya balik lagi ke asal. Jujur rasanya beda feelnya saat menjelaskan spek handphone dengan spek kalkulator :p.

Dengan niat lillahita’ala aku berhasil mengumpulkan modal (plus modal cadangannya), nominalnya tak perlu kupaparkan. Sekarang tinggal memilih usahanya apa. Jualan makanan jujur aku kurang begitu minat sebab makanan itu benda yang kadaluarsanya cepat. Kalau pulsa terlalu banyak saingan disana-sini begitu pula toko kelontong. Inginnya sih terjun di bidang advertising, karena aku pribadi senang persaingan periklanan tapi sekarang aku sudah tidak hobi menggambar, repot deh perkaranya. Atas saran seorang teman aku (bismillah) membuka usaha toko aksesoris dan busana wanita. Kenapa wanita? Sebab menilik situasi jaman sekarang wanita jumlahnya lebih banyak dari laki-laki dan wanita lebih royal daripada laki-laki. Dan berhubung bidang yang ini aku masih awam aku menggandeng teman sekolahku dulu yang sudah lebih dulu berkecimpung di dunia seperti ini. namanya Doni Adrian, dia orang Padang.

Kalian tau sendirilah telaten dan pandainya orang padang meski pada awal bertemu Doni kesan itu tak terlalu terlihat. Tapi aku yakin dengan kemampuan Doni. Dia mengurus pembelian barang-barang, memilah yang potensial dan deal dengan supliernya. Dan aku sebagai anak yang kreatif (lempar bedug masjid) aku yang mengurus promosi dan iklan. Sambil belajar dari kakakku yang jago mendesai brosur aku membuat brosur dengan kreatifitasku sendiri. Meski hasilnya tidak sebagus buatan kakakku tapi aku puas. Tidak lupa dengan kecanggihan jaman aku memperluas jaringan tokoku lewat jejaring sosial dan blog. Pokoknya aku gencar memperkenalkan produk-produkku.

Untuk urusan tempat, berhubung modalnya masih katagori modal awal, maka kami berjualan secara dunia maya saja dulu. Sebab menyewa lapak di semacam ITC atau tempat butuh dana yang tidak sedikit. Kalaupun ada yang murah paling-paling di tempat yang pojok dan sepi. Karena itulah page facebook dan blog sangat aku andalkan sebagai media. Atau di beberapa pilihan aku mendatangi customer langsung dan memberikan jasa delivery. Memang sih agak sesuatu tapi hal ini aku lakoni dengan sepenuh hati

Pekerjaan antar-mengantar ini bergantian-gantian aku dan Doni lakoni. Terkadang aku suka bilang begini ke Doni,
“don, masak direktur kerjanya nganter-nganter barang begini..”
“jiaelah sep, gak apa-apalah,” sahut Doni. “kan direktur kurir.”
Dan Doni pun tertawa terbahak-bahak. Doni itu memang punya selera humor yang agak beda. Biarlah suka-suka dia, di sekolah dulu dia sering jadi bahan cengan.

Aku masih mencoba bernegosiasi dengan keluargaku untuk menyewa ruko keluarga yang posisinya cukup strategis. Sayang masih agak susah sih, sebab penyewa yang sekarang sepertinya betah dengan ruko itu.

Aku sendiri pun tidak pasif, sambil berjalan aku juga belajar dari Doni supaya aku tidak bego-bego amat. Untuk awal-awal usaha aku paham, pastinya tidak akan semudah yang ada di bayanganku. Ada beberapa masalah-masalah yang biasa terjadi pada pemula macam aku dan Doni. Saat itu aku dan Doni sedang menyelesaikan buku besar.
“untuk bulan ini kita belum mencapai untung, sep..” ujar Doni sembari mengisi buku besar piutang. “belond balik modal.”
“it’s okay, masih ada bulan selanjutnya. We have to fight more and more,” ujarku sambil nyengir.
“yes yes mister,” jawab Doni asal, dia memang paling tidak bisa bahasa inggris dari jaman sekolah sampai sekarang.
Aku cuma menahan tawa, aku sebenarnya orang yang agak pesimis tapi ini baru permulaan dan masih ada bulan-bulan selanjutnya. Toh yang namanya kegagalan itu adalah kesuksesan yang tertunda. Kita bisa belajar dari kegagalan. Yeah! Dunia ini sebenarnya banyak kebaikan, hanya saja manusianya yang memandang negatif duluan.

Kami sempat hampir tertipu oleh seseorang yang memborong barang dalam jumlah banyak. Orang itu membayar dengan cek. Kalau saja Doni tidak jeli dan menyadari ada yang tidak beres dengan cek tersebut. Tumben juga dia yang biasanya cuma iya-iya doank. Sayangnya orang itu keburu kabaur sebelum masalah ini ku perkarakan.
“jadi pelajaran sep,” ujar Doni sok bijak.
“iya don,” jawabku dengan nada tidak ikhlas.
Aku dan Doni sama-sama diam merenung, Tuhan masih baik kepada kami sehingga kami lolos dari musibah.
“kita kayaknya kurang dekat ama Tuhan Don,” gumamku gantian sok bijak.
“iye bener sep,” sahut Doni.
Kami terdiam lagi hingga aku bangkit dan ijin mau sholat.
“cepet ya sep! biar gantian,” ujar Doni ketika aku mengambil sendalku.
Wah! Tidak biasanya Doni minta gantian sholat.

Dan untuk bulan kedua, ketiga dan seterusnya usahaku makin membaik. Aku terus memutar otak untuk mencoba strategi yang lain daripada yang lain, atau bahasa orang HRD: keluar dari kotak. Tidak lupa aku sedikit memata-matai dan mencari informasi tentang produk kompetitor. Kadang menyamar, menyewa orang lain dan sebagainya. Sah-sah saja kan? Toh aku tidak mencuri informasi rahasia tapi mempelajari situasi, hehehe. Sekarang aku mengerti bagaimana rasanya jadi bosku yang di kantor dulu. Dia harus memutar otak dan memikirkan strategi jitu untuk mempertahankan bisnis yang telah dia bangun dengan susah payah dulu. Ku akui bosku itu memang orang yang hebat (kalo gak hebat gak mungkin jadi bos).

Selama beberapa bulan terakhir aku dan Doni kerja gila-gilaan. Alhamdulillah, semua tidak sia-sia. Usaha kami maju pesat, yeaaaah!! Setidaknya kuhitung-hitung kami sudah memiliki tujuh belas customer loyal. Tujuh belas itu adalah orang-orang yang selalu membeli dalam jumlah besar. Dengan kata lain mereka percaya dengan layanan kami. Kalian tau rasanya memiliki customer loyal, rasanya keren deh. Dengan modal yang sudah lebih aku dan Doni sudah berani menyewa lapak di tempat macam ITC (lupakan soal menyewa ruko keluarga). lapak yang kami sewa cukup ramai dan strategis. Tinggal kami makin gencar melebarkan sayap saja. aku dan Doni jaganya berdua, untuk saat ini kami belum perlu menyewa orang untuk jadi pramuniaga.

“don, kalo ini usaha makin lebar gue pengen sekalian punya konter hape ah!” gumamku sambil berkhayal.
“iya itu gampang, yang penting lu seriusin dulu sampai kita punya cabang di setiap kota di Indonesia..” jawab Doni sedang menghitung-hitung dengan kalkulator, entah apa yang dia hitung.
“siplah!” gumamku makin menggila dalam khayalan.
Eitz! Jangan terlalu tinggi mengkhayal, tapi bermimpilah! Tiba-tiba aku teringat pesan guruku (masih guru yang sama yakni guru kewirausahaanku itu) saat merintis usaha kita jangan sampai lupa kepada Yang Maha Kuasa dan orang-orang kecil diantara mereka. Konon orang-orang kecil itu doanya yang paling cepat diijabah oleh Tuhan. Hampir saja aku lupa dan jadi menyombongkan diri. Tuhan, aku tidak akan lupa kepadaMu dan kumohon jangan biarkan aku lupa Engkau.

Aku dan Doni pun menyempatkan diri untuk berpartisipasi di acara semacam santunan anak yatim. Dengan kontribusi Feri dan teman-temannya yang memang rutin menjalankan acara ini. Tadinya hanya aku saja yang akan menghadiri acara tapi kupaksa saja Doni supaya ikut.
“gue gak mau tau, lu mesti ikut don! Kalo cuma gue yang berdoa kurang mantap,”
“gue doain kok dari tempat kerja,” kilah Doni.
“pokoknya lu ikut!” aku tetap ngotot. “ingat dulu kita berhasil lolos dari penipuan cek itu!”
Doni pun menyerah (dia memang selalu kalah kalau berdebat denganku).

Biarlah toko dibukanya telat, toh memohon ridho kepada Ilahi kapan lagi? kalau ditunda-tunda terus yang ada tidak akan terlaksana. Lagi pula melihat anak-anak yatim bergembira menerima pemberian kita itu menjadi sebuah kepuasan batin tersendiri. Karena aku sendiri pernah menjadi anak yatim dan tau apa yang mereka rasakan.
“berdoa yang khusyuk dan ikhlas don,” bisikku kepada Doni saat acara sesi doa.
“iye bawel,” jawab Doni.

***

Satu tahun sudah aku menjalani usaha toko aksesoris dan busana kaum hawa ini. kehidupanku alhamdulillah sudah semakin meningkat dan begitu pula si Doni. Serta niat muliaku untuk membahagiakan ibuku mulai terealisasi setidaknya dalam sebulan aku, kakak dan ibuku jalan-jalan. Entah di Jakarta atau kemana gitu yang penting bersama. Untuk saat ini aku cukup puas dan mengucap alhamdulillah. Aku tidak mungkin bisa mencapai posisi seperti yang sekarang kalau bukan rahmat dan kuasa dariNya.

Oh iya aku belum menyebutkan nama toko ini, aku memberi nama toko Samudera An-Nisa. Bagus bukan? meski Doni kurang setuju karena kurang pas dengan tema (kuakui begitu sih). Dan aku sebagai orang yang iseng dengan kreatifitas sendiri mencoba-coba mendesain baju, melihat tren jaman sekarang. sedang Doni berpikiran untuk memasukan busana dan aksesoris untuk pria juga supaya tidak melulu bertemakan wanita.
“sep, gue beli makanan di bawah dulu ya..” ujar Doni. “lu mau nitip gak?”
“gado-gado tanpa toge tanpa pare bumbunya sedikit aja,” jawabku tanpa menoleh ke arah Doni, aku masih sengit dengan desain baju yang sedang kurancang. “pake duit lu dulu ya don.”
“iya bos!” jawab Doni kemudian melengos pergi.

Aku kembali melanjutkan mendesain, sekarang mendesain bawahannya. Aku senang model celana jeans tapi bukan yang ketat dengan warna gelap. Baru menggores pinggiran jeans ada suara customer memanggilku.
“mas ada baju yang model anu gak?” tanya si customer yang seorang wanita.
“ada, barangnya tinggal dua tapi..” jawabku sambil menoleh ke arahnya.
Beberapa detik kemudian aku terperajat kaget, entah harus senang atau sedih. Di hadapanku berdiri seorang Nisa. Gaya berpakaiannya masih sama seperti terakhir aku bertemu dia, high class dan anggun. Rambutnya dibiarkan digerai dengan indah dengan kontak lens berwarna hitam berbintik. Sekilas Nisa seperti bidadari yang ingin membeli baju di tokoku. Tapi Nisa tidak sendirian, dia bersama seseorang di belakangnya seorang laki-laki yang bertubuh lumayan tinggi dan atletis disertai wajah yang tampan. Kalau dilihat Nisa dan laki-laki itu tampak serasi jika jalan bareng.
“boleh liat yang tinggal dua itu?” tanya Nisa.

Sepertinya dia tidak mengenaliku, sudah lama sekali kami tidak bertemu. Baik facebook ataupun twitter apalagi kontak BBM kami tidak terhubung sama sekali. Aku langsung mengambilkan barang yang dia inginkan dan kupaparkan di hadapannya. Aku masih berharap laki-laki itu bukan pacarnya Nisa.
“bagusan mana beb menurut kamu?” tanya Nisa sambil tersenyum kepada laki-laki itu.
Si beb tampak berpikir sebentar, dia langsung menunjuk yang berwarna hijau rumput. Dan tanpa ragu Nisa memilih yang ditunjuk si beb nya itu.
“tolong yang ini ya mas, berapa?”
“seratus lima puluh ribu,”
“okeh,” jawab Nisa tanpa tawar menawar lagi.
Aku membungkuskan baju itu dengan lemas, beberapa kali kulirik mereka berdua yang tampak mengobrol dengan akrab. Si beb itu tampak menyadari aku memperhatikan Nisa, wajar donk Nisa tuh cakep bro!
“okeh, terima kasih sudah berbelanja di Samudra An-Nisa..” ujarku dengan nada kurang semangat.
“sama-sama,” jawab Nisa, dia mengamatiku sebentar. “mas, kayaknya gak asing deh. kita pernah ketemu gak?”

Aku menatapnya lurus kemudian melirik si beb lalu balik ke Nisa lagi.
“enggak mbak, perasaan mba aja kali. Muka saya emang agak pasaran..” jawabku.
“hmm mungkin kali ya,” jawab Nisa mengetuk-ngetuk bibirnya dengan telunjuk. “makasih ya mas.”
“sama-sama,”

Mereka pun melengos pergi dan kembali ngobrol mesra sambil berpegangan tangan. Pupus deh harapanku kepada Nisa. Sepertinya memang bukan jodoh untukku. Aku tidak melanjutkan menggambar rancangan busanaku, kusimpan saja di laci. Beberapa menit kemudian Doni datang membawa makanan, rupanya dia tidak lupa membeli minumannya.
“nape lu sep, cemberut aja kayak marmut?” goda Doni sembari mengambil tatakan piring untuk nasi bungkusnya.
“gak apa-apa don,” jawabku menghela nafas panjang. “lagi gak mood aja.”
“oooouh..” jawab Doni ber-o panjang kemudian mulai menyantap makanannya.
Aku sendiri kembali sibuk dengan oret-oretan itu, gado-gadonya ku biarkan saja dulu. Nafsu makanku surut sejak tadi.
“itu gado-gado gak lu makan sep?” tanya Doni dengan mulut penuh yang tak berhenti mengunyah.
“entar don, belond laper..”
“cewek banyak di dunia ini sep, masih banyak yang nungguin lo! Tenang aja..” tambah Doni. “yang penting lu jadi orang dulu.”
“hah?!” aku merespon lambat. Apa Doni bisa membaca pikiranku ya? ah! Sudahlah dia terlalu ajaib untuk ditebak-tebak, meski kata-katanya tadi itu tidak salah juga.

Nisa memang pantas mendapatkan cowok itu, si beb. Karena dia cantik dan pacarnya ganteng, serasi. Sedang denganku paling-paling orang akan berkata di belakang, cowoknya pake pelet yang ampuh. Sampai kapan pun bumi tidak akan bisa menyentuh langit kecuali terjadi kiamat. Aku teringat salah satu petuah yang kubaca di sebuah buku.

"Anda bukannya tidak pantas mendapatkan yang anda mau tapi anda pantas mendapatkan yang lebih."

Bagus sekali kata-kata itu, maknanya begitu dalam dan memotivasi. Yeah! Pas sekali kan denganku? mungkin kelak aku akan bertemu orang yang jauh lebih baik. Aku cuma perlu bersabar dan menunggu. Toh jadi jomblo tidak terlalu buruk juga. Aku adalah jomblo yang sedang menuju kesuksesan, yeaaah!

Dan hingga cerita ini kubuat, aku cuma bisa mengenang seorang Nisa di album kenangan ku. Satu hal yang ingin ku katakan kepadanya kelak, “terima kasih telah membuat hidupku berwarna meski hanya sesaat,”

PERTUKARAN YANG ADIL... PERMINTAAN TULUS SEORANG ALYF…!!

Nama ku adalah Betany biasa dipanggil Anny aku adalah seorang karyawati yang bekerja di sebuah perbankan besar diIbukota, aku memiliki suami bernama Pandu dan seorang anak Berumur 9 tahun yaitu Alfy Nuryansyah Anwar yang sering kami panggil dengan Alyf sesuai dengan nama kecilnya saat dirinya belum kuberi nama ...

Pagi ini kubangun dengan cepat sebagaimana kebiasaanku..walaupun ini hari libur, begitupula dengan anakku Alyf, terbiasa dengan bangun lebih pagi beda dengan anak seumurannya yang sulit .

Lalu Saya duduk di ruang kerjaku dan mulai menyibukkan diri dengan buku-buku dan lembaran-lembaran kertasku..

“Mama, apa yang kau tulis?”

“Mama menulis surat untuk Allah, nak”

“Apakah kau mengizinkanku untuk membacanya mama?”

“Tidak anakku sayang, ini surat yang sangat special dan tidak kuizinkan siapa pun membacanya”

kukeluarkan Alyf dari ruang kerjaku, dan dia Terlihat sangat sedih, namun kuyakin ia telah terbiasa dengan perlakuan ku itu, karena penolakanku bukan sekali ini saja tapi telah berulang kali

Dan bila waktu sholat tiba Alyf sering menemaniku. dia dengan seksama mendengar doaku dan keluh kesahku kepada Tuhan penciptaku .. yaitu permohonanku agar memberikan kesembuhan kepada suami yang kusayangi.. dan terkadang jika terlalu berat kupikirkan kumengadu padaNya, bahwa jika mas pandu meninggalkan kami maka aku akan hancur dan siapa yang akan mengurus anakku kelak.

Berlalu beberapa pekan kejadian itu, hingga suatu hari Saya masuk ke kamar Alyf dan dia sangat terkejut gugup dengan kedatanganku…Ada apa ? mengapa ia seperti itu?

“Lyf…apa yang sedang kau tulis?”

Kulihat ia makin gugup dan menjawab “ Tidak mama…ini sesuatu yang spesial”

Apa gerangan yang telah dituliskan seorang anak sembilan tahun, dan ia khawatir untuk kuketahui??!!

“ Saya menulis surat untuk Allah, sama sepertimu ….”

Ucapannya terputus tiba-tiba, lalu ia bertanya kepadaku “ tapi, apakah yang kita tulis ini akan sampai pada-Nya mama?

“Tentu anakku…sesungguhnya Allah mengetahui segala sesuatu…”

Ia tetap tak mengizinkan ku membaca apa yang telah ditulisnya, Saya pun keluar dari kamarnya dan menemui suamiku Pandu yang sedang sakit untuk membacakannya koran pagi sebagaimana biasanya, lisanku membaca baris demi baris isi koran namun fikiranku tak lepas dari anakku dan aku pun sering terdiam jika mengngat hal itu…

ternyata Pandu memperhatikan sikap diamku… dan menduga bahwa dirinyalah Penyebab kesedihanku… ia mencoba meyakinkanku untuk menghadirkan perawat untuk merawatnya… agar bebanku sedikit berkurang karena aku harus bekerja untuk menghidupi keluargaku membantu mas Pandu yang bekerja di rumah karena dia seorang pialang saham, tapi aku tetap bersyukur kepada Allah untuk berkah dan rezeki yang diberikan oleh Nya…

suatu ketika mas Pandu kambuh penyakitnya, dan karenanya aku harus izin bekerja, untuk mengantar mas pandu ke rumah sakit... di perjalanan maspandu menangis dan meminta maaf kepada ku dan mengatakan " Maafkan aku sayang kalau diriku hanya menjadi beban untukmu " Ya Allah, sungguh Saya tak pernah berfikir demikian..kudekap dan kukecup kepalanya yang dipenuhi beban dan peluh karena memikirkan diri ini dan anaknya Alyf..dan hal itu membuatku sangat bersedih..lalu kutenangkan diri ini dan kucoba tenangkan suamiku dan menghiburnya sambil kubercerita padanya sebab resah dan sedih ku belakangan ini yang membuatku sering terdiam belakangan ini dan  alhamdulilah dokter Aldhy menyatakan suamiku bisa pulang dan hanya rawat jalan, bahkan ia menawarkan untuk berkunjung kerumah kami untuk memantau perkembangan kesehatan suamiku…

Keesokan Harinya Alyf kesekolah, dan ketika ia kembali kerumah ,Dokter Aldhy sedang memeriksa Kondisi Ayahnya yang sakit, ia pun duduk disamping ayahnya memberi semangat dengan penuh cinta dan dengan penuh kepolosan dan kelucuannya Alyf bercerita tentang kegiatannya di sekolah dan rencananya memberi kejutan kepada Gurunya yaitu Bu Astuti yang berulang tahun 2 Bulan mendatang.

Sebelum Dokter beranjak pergi, ia menjelaskan kepadaku bahwa keadaan Mas Pandu semakin memburuk. dan seolah Saya lupa kalau Alyf masihlah sangat kecil, hingga tanpa kasihan padanya Saya berterus terang bahwa hati ayahnya yang dipenuhi cinta untuk Alyf kini telah melemah, dan ia hanya mampu bertahan hidup tidak lebih dari 3 pekan lagi. Hancurlah hati Alyf, ia mulai menangis dan berkata :

“Mengapa semua ini menimpa Ayah? mengapa?”

“Doakanlah kesembuhan untuk Ayah, Lyf, kita harus melewati semua ini dengan tegar, dan tidak melupakan rahmat Allah, sungguh Dia Maha Kuasa atas segala yang terjadi.. dan ingat yah Nak Alyf harus kuat.. Alyf kan sudah besar..” Alyf menyimak semua apa yang diucapkan Ibunya, berusaha menghilangkan kesedihannya, menepis jauh rasa sakitnya dan berusaha untuk tampak tegar, kemudian berkata : “ Ayah ku tak akan mati “

Setiap pagi Alyf mencium pipi ayahnya yang hangat, namun pagi ini ia menciumnya dengan tatapan kasih penuh harap, dan berkata : “ Semoga suatu hari nanti kau bisa mengantarku seperti teman-temanku yang lain…” , Ayahnya seketika diserbu keharuan dan kesedihan namun berusaha ia tutupi, ia berkata : “ InsyaAllah, akan datang hari dimana Ayah akan mengantarmu ke Sekolah Nak..” dan ia yakin ucapannya barusan tak akan pernah mampu menyempurnakan kebahagiaan Jagoan kecilnya.

Kuantar Alyf kesekolahnya, dan setiba di rumah tiba-tiba rasa ingin tahu akan surat yang ditulis Alyf untuk Allah muncul, maka kumencari dikamarnya, namun setelah pencarian yang panjang ku tak menemukannya. Dimana surat itu???! Apakah ia merobek surat itu setelah menulisnya??!

Hah…mungkin di kardus ini, kardus yang ia minta dariku berulang kali, maka kukosongkan dan kuberikan padanya..Ya Allah ya Tuhanku…kardus ini berisi surat yang sangat banyak…dan semuanya untuk Allah!

**Ya Allah yang Maha Perkasa..matikanlah Anjing Bang Bravo tetangga kami …karena ia telah membuatku takut akan gongongannya saat Alyf berjalan melewati rumahnya dan gantikanlah Peliharaannya dengan sesuatu yang lucu dan tidak membuatku Takut !!

**Ya Allah yang maha pengasih...Biarkanlah kucing Ka Elies dan Ka Uzie melahirkan anak yang banyak..menggantikan anak-anaknya yang banyak mati!!!

**Ya Allah Teman Alyf yang baik …Luluskanlah sepupuku Mas Fadil, Bang Aby dan Idadz  untuk masuk ke sekolah yang mereka inginkan karena Saya menyayangi mereka!!

**Ya Allah yang maha penolong ... Bantulah Mang Harry pengurus kebun kami dalam mennumbuhkan dan menyuburkan kebun buah dan bunga kami.... Jadikanlah bunga-bunga di kebun kami tumbuh dengan cepat…untuk Saya petik dan berikan ke guruku Bu Astuti tiap harinya.. dan lebatkan dan berilah kebun buah kami buah yang enak dan manis agar bisa kuberikan kepada teman Alyf yaitu Feni, Adam, Ady, Ibenk,Reza, Gerry, dan Asad !!!

Dan banyak lagi surat-surat yang lain, yang begitu lugu ia tuliskan dan surat terakhir yang kubaca berbunyi :

**Ya Rabb..kuatkanlah akal , rubahlah sifat dari tanteku yu dan berikanlah dia jodoh ..agar tidak membebani ibuku..

Saat itu akupun terperanjat dan beristighfar Ya Allah... semua suratnya telah terjawab, anjing tetangga kami telah mati lebih dari sepekan yang lalu dan mas Bravo telah membeli Kura kura sebagai Peliharaan penggantinya dan ia juga mengambil anak kucing Elies dan Uzie yang melahirkan anak kucing yang gemuk nan lucu, kucing kami pun telah melahirkan anak yang banyak, Fadil, Aldhy dan Idadz telah lulus dengan nilai yang tinggi dan diterima disekoah yang favorit dan merupakan pilihan mereka, bunga-bunga bermekaran dengan cepat dan Kebun buah kami menghasilkan buah yang melimpah manis dan segar sehingga Alyf bisa memberikan bunga untuk gurunya bu Astuti dan Buah yang segar dan manis untuk Teman-temannya …  Ayu pun semakin berubah sifatnya jadi semakin baik,semakin rajin dan tangkas sehingga semakin membantuku dalam mengurus Rumah dan juga Alyf

Tapi ada satu yang menjadi pertanyaan dalam benakku..Ya Allah, mengapa Alyf tak menuliskan surat dan memohon untuk kesembuhan Ayahnya dari sakit??...!!

Sedih bercampur bingung meliputi hatiku… dan ini adalah waktu Anakku ku pulang dari sekolah dan aku berencanan untuk menanyakan hal ini padanya.. belum juga reda pertanyaan pertanyaan yang memenuhi kepalaku... Saya dikagetkan dengan deringan suara telpon, Mbba Ayu pun mengangkatnya lalu Bersuara Apaaaaahhhhhh (Ala Soimah) dia berteriak Histeris dan memanggilku ,

“ Mba Anny (sambil Menangis)…dari Bu Endah, Gurunya Mas Alyf..”
“Iya, ada apa Yu dengan cemas dan terburu-buru ku mengahampirinya ?ada apa dengan Alyf ? apa dia melakukan sesuatu?”
Gurunya menyampaikan bahwa Alyf jatuh dari lantai 4..ketika ia membawakan bunga untuk Bu Astuti yang tidak hadir di sekolah hari ini.. ia menjulurkan Badannya dari balkon melihat kebawah, karena dipanggil oleh temannya yang bermain di lantai dasar.. karena dinding pembatas itu lumayan tinggi, membuatnya harus menaiki celah dinding pembatas yang licin dikarenakan diguyur hujan semalam ... bunganya terjatuh…dan ia pun terjatuh..

Akupun Menjerit dan tak terasa pandanganku menghitam dan tak sadarkan diri
Pukulan yang sangat keras bagiku tak mampu kuberbuat apapun begitu pula Mas Pandu..dan keterkejutan ini membuatnya tak mampu menggerakkan lisannya sejak hari itu.. setiap harinya aku menangis memeluk foto anakku yang tampan dan baik itu..

“Mengapa Alyf harus meninggal…Saya sungguh tak mampu memikirkan kematian putraku tercinta satu satunya..”

Dan kini seolah Saya menipu diriku sendiri dengan kesekolah Alyf tiap pagi seperti mengantarkannya kesekolah, kukerjakan semua apa yang ia senangi untuk kulakukan, semua sudut rumah mengingatkanku padanya, senantiasa kuteringat suara tawanya yang menghidupkan suasana di rumah ini..beberapa tahun berlalu semenjak kematian Alyf anakku yang kusayangi... Mas Pandu pun semakin Membaik Kondisi Kesehatannya Bahkan aku pun kembali mengandung anak kembar dan Dokter Aldhy Terheran heran dengan itu, dan sempat berkata kepada ku ini mungkin akibat Doa seorang anak yang hebat dan tulus Bu...

mengapa demiikian..karena Alyf pernah Berbicara tentang keyakinannya akan kesembuhan Pa Pandu.. apa itu Dok... dia berkata " Om Dokter yang baik aku yakin ayahku pasti sembuh"... mengapa begitu lyf tanya ku kepada alyf " karena Alyf sudah memohon dan berdoa kepada Tuhan dan sempat berkata kepada ku ini mungkin akibat Doa seorang anak yang hebat dan tulus Bu... mengapa demiikian...

karena Alyf pernah Berbicara tentang keyakinannya akan kesembuhan Pa Pandu.. apa itu Dok... dia berkata " Om Dokter yang baik aku yakin ayahku pasti sembuh"... mengapa begitu lyf tanya ku kepada alyf " karena Alyf sudah berusaha menjadi anak yang baik dan tidak pernah membuat mamah sedih... lalu tanyaku... " ALyf berjanji aakan menyemangati papah supaya sembuh seperti sedia kala " ... dan .... sudah memohon dan berdoa kepada Allah dan bersedia untuk melakukan Sesuatu ... apa itu Lyf.... " Hehe, Rahasia Om ... namun saya tidak mengerti apa maksudnya.. air mataku pu kembali jatuh terurai dan mas Pandumenenangkan ku karena tak enak Dokter Aldhy pun mengantar kami kerumah menggunakan Mobilnya.

Pagi suatu hari …tiba-tiba Ayu berteriak dan ketakutan, ia berkata..bahwa ia mendengar suara berasal dari kamar ALyf…Ya Allah, apakah masuk akal kalau Alyf kembali?? ini gila..

“Kamu mengkhayal..” Saya belum pernah menginjakkan kaki di kamar ini sejak Alyf meninggal etah kenapa aku begitu menghindari kamarnya karena melihat pintunya saja sudah membuatku lemas dan menangis .. Mas Pandu bersikeras agar kami ke kamar Alyf dan melihat ada apa disana..

Kumasukkan kunci di pintu dengan hati was-was …kubuka pintu dan tak sanggup mengendalikan diri..Saya duduk dan terus menangis…kuhempaskan badanku di tempat tidurnya..ahh…kenangan!!

Alyf pernah menyampaikan berulang kali padaku kalau tempat tidurnya bergeser jika ia bergerak, dan mengeluarkan suara…dan Saya selalu lupa untuk Meminta tolong MMas Harie tukan kebun kami untuk memperbaikinya…tak ada guna lagi sekarang…

Tapi, dari mana asal suara tadi…ya, itu suara dari jatuhnya lukisan ayat kursi yang ia hias karena sangat semangat membacanya tiap hari untuk mendoakan kesembuhan ayahnya sampai ia pun dapat menghafalkannya..


Ketika Saya mengangkatnya untuk memasang kembali, Saya menemukan secarik kertas yang ia taruh dibelakang lukisan…Ya Allah, ini salah satu suratnya…Apa gerangan isi surat ini??!! dan mengapa Alyf meletakkannya di belakang tulisan ayat mulia ini ??!! surat ini salah satu dari surat-surat yang dituliskannya untuk Allah ku baca agak keras sehingga mas Pandu .. Mba Ayu dan Mang Harry bisa mendengarnya …dan di dalamnya tertulis :
Untuk : ALLAH SWT
**Ya Allah…Ya Rabb.. Yang maha mendengar, murah hati lagi maha penyayang... Alyf ingin memohon pada Mu Kumohon Lindungi dan sayangilah Orang tuaku, kasihanilah bundaku yang selalu menangis dalam sholatnya dan berkata Ia tak akan sanggup jika kehilangan Ayahku ...ambillah nyawaku daripada kau ambil nyawa suamiku, ya Allah... bunda selalu berkata dalam doanya kalau ia yang meninggal maka diriku masih bisa diasuh oleh ayahku dan Ibu pengganti yang ia yakini akan mengasihiku sama seperti ia menyayangiku.. Kalau aku boleh meminta kepadamu Ambillah nyawa Alyf dan berikanlah kesehatan dan kebahagian kepada mamah dan papahku maka aku akan sangat bersyukur kepadamu ya Tuhan dan semoga Engkau anggap ini pertukaran yang adil atas semua Permintaan Alyf yang telah dan akan Kau kabulkan amin.... :)
dari alyf

ketika selesai membaca ku menangis sejadi-jadinya dan lututku melemah seakan tak kuat menahan bobot tubuhku dan akupun tak sadarkan diri untuk kesekian kalinya dan semua yang mendengar dan melihat hal itu menangis...
namun gelap seketika berubah menjadi terang dan aku tiba di Taman yang indah dan didalamnya terdapat mahlauk mahluk yang sering diceritakan di buku cerita dan dongeng dan mengalir Sungai yang jernih yang beningnya sekan seperti kaca tembus pandang dan ditengahnya terdapat Kolam yang airnya seperti susu inikah Surga Firdaus dalam hati ku bertanya??? dan dipinggiran kolam itu kulihat seorang anak yang putih bersih dengan pakaian yang sepertinya lebih indah dari baju kebesaran manapun di seluruh dunia sedang berdiri seperti menunggu seseorang....
lalu berbaliklah dia.. dia berkata “Mamah” sambil membuka tangannya ingin memelukku… ya itu anakku Alyf yang sangat kusayangi, kupeluk dia... kuciumi pipi dan keningnya dengan cepat karena  betapa Rindunya aku kepada anakku ini... dan entah mengapa aku tidak bisa menangis disini.. dan alyf pun mengajak aku duduk di pelataran kolam yang indah ini.. Alyf berkata "mamah dan Adik-adikku pasti haus " dan tangannya menjulur ke permukaan kolam dibelakang kami, dan seketika Gemericik air kolam yang terkena  tangan alyf itu berubah menjadi Gelas kristal yang indah yang didalamnya terisi air berwarna putih yang terlihat sepertinya segar kalau diminum.. mamah minumlah insya Allah akan membuat mamah, papah adik-adikku dan orang disekeliling kalian kelak akan berada dalam kebahagiaan dan kami pun berbincang dan main seperti dulu...
dan terasa hanya sebentar sekali waktu yang kuhabiskan bersama Ayf anakku. dan ada Cahaya yang turun dari langit berwarna warni. yang turun ke taman yang indah ini dan berubah menjadi  Perempuan anggun nan cantik lalu menyapakami " Assalamualaikum warohmatulahi wabbarokatuh Alyf dan Bunda dan kami menjawab Wallaikusalam warohmatulahi wabbarokatuh.. Alyf sayang, kamu sudah tahu kan waktunya sudah tiba untuk kamu kembali ke tempat mu… Alyf pun mengangguk tanda paham … “ dan bunda Kau harus kembali ke suamimu dan uruslah baik baik dan syukurilah rezekimu. Dan berdoalah dengan kerendahan hati dan keihklasan saat kau meminta kepada Nya (Allah Swt)…tapi aku masih ingin menghabiskan waktu bersama Alyf wahai Ibu.. dia pun tersenyum dan alyf berkata “ mamah kelak kita akan bertemu berkumpul di Alam dan dunia yang lebih indah dari taman ini… ini hanya hal kecil dari segala nikmat dan berkah yang Allah punya .. hiduplah yang baik  .. ajarkan dan didiklah aadik adikku cinta dan kasih Tauhid maka kita akan bertemu nantinya di waktu  yang tepat .. dan hatiku sangat lega sekali .. saat itu Taman itu seakan berputar dan makin cepat dan aku terbangun  di kamar Alyf anakku yang baru saja kutemui..    

 dan kulihat Mas Pandu, Ayu, Dokter Aldhy dan Mang Herry  terlihat sangat khawatir dengan keadaan ku dan kubertanya aku kenapa mana Alyf… dan mereka terlihat bingung dengan pertanyaanku… dan segera kusadari kalau aku sudah di Di alam nyata dunia yang penuh dengan ketidak sempurnaan berbeda sekali dengan dunia kecil yang dibilang Alyf sebagai Hal kecil dari Segala Nikmat dan Berkah yang Allah Punyai .. aku pun  langsung bersujud bersyukur dan bersyukur pada Allah SWT, setelah aku itu aku bertanya jam berapakah ini .. mari kita Sholat berjamaah ada yang ingin ku ceritakan dan kubagi untuk kalian dan kami pun Sholat berjamaah… dan kuceritakan  semua pengalamanku bertemu dengan Alyf dialam kecil nan indah yang mungkin menurut pemahaman ku adalah Alam kubur dari Anakku satu satunya.. anak yang tampan Sholeh dan selalu bisa kubanggakan yang bernama ALFY NUYANSYAH  ANWAR mereka begitu terpana dan berujar memuji nama Allah SWT sebagai tuhan pencipta dari seluruh mahluk dan isi dari jagad raya

Kami pun melanjutkan kehidupan kami dengan optimis dan bahagia.. aku dan mas pandu dikarunia sepasang  anak kembar  yang Laki-laki kuberi nama Valerino Nuryansyah Putra Bhakti  dan  yang  Perempuan Mas Pandu beri nama Novasha Camelia Putri Pandu.. dan tanpa diduga Dr. Aldhy  Menikah dengan Ayu adik Mas Pandu … dan Mas Harry kupercayakan mengelola kebun Bunga dan Buah ALYF yang semakin maju dari tahun ke tahun. Dan Alyf tersenyum dari atas sana melihat orang orang yang sangat disayangi dan dicintainya bahagia J      
End
Inti dari tulisan ini

  1. Sebelum kau ucapkan Amien (semoga tuhan mengabulkan doaku) pikirkanlah setiap doa yang keluar dari mulut kita Anak dan orang disekeliling mu mendengar apa yang kau ucapkan, dan mintalah yang baik dan patut kepadaNya dan bersyukurlah setiap harinya karena tanpa kau sadari sebenarnya Tuhan selalu baik pada kita terbukti kita masih bernafas mesti kita selalu melupakanNya dan mengabaikan perintahnya .
  2. Kecacatan setiap orang itu tanpa disadari adalah berkah yang akan menolongnya dalam penimbangan amalan baik dan buruk dari manusia tersebut so  jangan merasa minderkarena setiap manusia itu dilahirkan dengan alasan yang baik dan punya peranan ang berbeda di  setiap orangnya so Think you are Special J.
  3. Setiap Manusia dilahirkan suci sebagai Anak kecil dengan keunikannya masing masing so jangan merasa berbada sebab Darahmu sama sama merah dan pengeluaran pun sana berupa Keringat, Feses dan kotoran lainnya.
  4. syukurilah rezekimu. Dan berdoalah dengan kerendahan hati dan keihklasan saat kau meminta kepada Nya (Allah Swt).
  5. Setiap Manusia dilahirkan suci sebagai Anak kecil dengan keunikannya masing masing, so jangan merasa berbada sebab Darahmu sama sama merah dan pengeluaran pun sana berupa Keringat, Feses dan kotoran lainnya.
  6. Cintailah Cipataan Allah (Tuhan) dengan sewajarnya karena semua itu adalahmiliknya ang bisa diambil sewaktu waktu dan ingatlah Dahulukan Allah karena Hakikatnya Kita yang sangat butuh Allah (tuhan) bukan Tuhan yang butuh kita .
  7. Setiap Saat kau diberi cobaan tersenyumlah dan nikmati lah, mengeluh itu wajar alias manusiawi, dan Cobaan Penyakit itu adalah cara Allah menyayangi kita untuk mensucikan kita dari perbuatan buruk dan Bad Karma yang kita buat
    A.N.A 05-03-2012

Meski dulu aku begitu membenci Papa, Tapi sekarang baru aku mengerti sulitnya menjadi seorang ayah saat hadirnya My Pooh (Vino (Valerino Ghautama Bhakti)).. aku pun rela kalau harus memberikan jantungku bahkan nyawaku sekalipun karena aku sayang kalian mama & papa So Much :'( untuk Teman-temanku Love U Too All

Cinta Tak Harus Memiliki


by: Aldy
Hidup tak selama seperti dulu, hari berganti menjadi minggu dan minggu bertambah menjadi bulan, tahun pun menjelang untuk menyelaraskan waktu ini.  semenjak bertemu dengan dia hidupku berubah secara signifikan, perubahan itu tidak membuat ku seperti dulu yang selalu terkukung dalam kebekuan, yang selalu menyendiri hanya ditemani fasilitas internet yang sangat memadai dari orang tuaku, semua fasilitas yang aku butuhkan sangat terpenuhi, sehingga aku begitu jauh dari teman – teman sepermainan ku, bahkan predikat “sombong” sudah melekat di diriku sewaktu SMP.  Aku sebenarnya bukan tipe orang yang seperti mereka pikirkan, waktu hanya aku habis untuk hal – hal yang berguna, hal –hal yang dapat membuat ku berprestasi disekolah.
SMA menjelang, dengan mengantongi nilai tinggi aku diterima disekolah terbaik dikota ku, MOS (Masa Orientasi Siswa) hari pertama di mulai, disinilah ajang perpeloncoan oleh  kakak kelas berlangsung, entah siapa yang memulai tradisi seperti ini dulunya, sehingga siswa baru pasti dijahili. Tapi kegiatan inilah yang selalu mewarnai setiap penerimaan siswa baru.
“hai….gue Rama” sosok itu berdiri dihadapan ku sambil mengacungkan tangannnya, senyumnya terukir indah diwajah tirusnya.
“hhhai…gue Nino” dengan gelagapan aku mencoba membalas jabatan tangannya.
“kita satu kelompokan? “ tanya Rama sambil menunjuk kertas karton yang  bertuliskan “ Keong Racun” yang menggantung dileher ku. Aku hanya membalasnya dengan anggukan seadanya, itulah aku, Nino Dias Nugraha,  orang yang sulit untuk mengakrabkan diri dengan orang lain, apalagi orang yang baru aku kenal seperti Rama. Tak ayal predikat sombong selalu melekat dihidupku.
Akhirnya MOS berakhir juga, selalu ada pengalaman seru yang tak terlupakan dalam setiap tahunnya, pastinya pengalaman dikerjai oleh kakak – kakak kelas. Aku juga mendapatkan pengalaman berharga setelah ketemu Rama, selain memiliki hobby yang sama, ternyata Rama dapat membuka mata hati ku yang beku untuk  bisa merasakan indahnya persahabatan, untuk bisa melihat indahnya dunia. Rama adalah sahabat pertama ku dalam hidup ini, aku banyak melakukan perubahan setelah masuk SMA, tidak hanya berkutit dengan internet dan dunia maya, kini aku ada di dunia nyata, dunia yang penuh warna dan cinta.
Ramadhan Putra Utama, itulah nama lengkapnya, parasnya rupawan dengan postur tubuh yang tingginya sekitar 180 cm,  terlahir dari keluarga yang berada tapi tidak membuatnya menjadi sombong, Rama anak pertama dari dua bersaudara, hidupnya dikelilingi oleh orang – orang yang sangat mencintainya, selain mempunyai rasa empati yang besar bagi sesama, Rama juga sangat dewasa, tidak seperti anak seumuran pada umumnya. Sosoknya yang tegas tapi supel dan ramah membuatnya mudah bergaul dengan siapapun. Banyak murid – murid wanita yang mengidolakannya, bahkan tak segan  - segang mengatakan cinta kepadanya, dengan popularitas dan otaknya yang pintar tak ayal Rama terpilih menjadi ketua OSIS untuk tahun ajaran baru.
Persahabatan ku dengan Rama semakin akrab, walapun kami terpisahkan oleh kelas yang berbeda, tapi kami mengambil kegiatan ekstarkulikuler yang sama yaitu futsal dan badminton, dan yang pastinya kelas musik, karena musik adalah sebagian dari hidup kami. Aku pencinta warna gelap sedangkan Rama pencinta warna terang, kami seolah saling melengkapi, Rama juga memiliki sikap  dan tatakrama yang bagus, makanya ibu suka sekali dengannya setiap dia main kerumah ku, bahkan ibu tidak segan – segannya menitipkan aku pada Rama saat aku berada di luar. Rama selalu memberi ku motivasi dan semangat, semua sifat lama ku terkikis seiring intens nya pertemuan kami. Hubungan kami begitu dekat sudah seperti saudara, bahkan Rama sering menginap dirumah ku jika hari libur, dan aku juga seperti itu, keluarganya begitu baik pada ku. Tidak ada rahasia di antara kami berdua, Rama selalu cerita jika dia sedang dekat atau suka dengen cewek disekolah, bahkan Rama sempat jadian dengan salah satu cewek disekolah, sayangnya hubungan mereka tidak berlangsung lama.
Hari ini sangat melelahkan, futsal membuat seluruh tenaga ku terkuras habis, capek banget tapi sangat menyenangkan. Waktu menunjukan pukul 21.15 Wib, karena besok hari libur, aku punya sedikit waktu luang malam ini. Tiba – tiba Rama menarik tangan ku dan membawa ku kedalam mobilnya. Dengan Honda Jazz putihnya, Rama mengajak ku kedaerah perbukitan hutan pinus di daerah Tasikmalaya, udaranya sangat sejuk dan segar, lelah ku seketika berkurang. Ku rebakahkan tubuh ku diatas hamparan rumput yang hijau, memandangi langit malam yang cerah, bintang pun dengan indah memancarkan cahayanya malam ini.
“ini tempat favorit gue kalo lagi suntuk” Rama memecahkan keheningan.
“keren….gue belum pernah kesini, apalagi malam – malam gini” aku begitu mengagumi tempat ini, tuhan memang pencipta ulung, semua karyanya selalu tercipta dengan sangat sempurna.  Rama telah duduk disamping ku dan menatap tajam kearah ku, seolah – olah mencari titik terdalam dari diriku, tatapannya membuat ku risih, ku edarkan kembali pandangan ku ke langit yang membentang. Angin berhembus dengan lembutnya, udara dingin menyeruak menusuk kulit ku, tubuh ku yang kuyub akan keringat sehabis main futsal tadi tak kuasa menahan dinginnya.
“dingin ya? “ Rama menyodorkan baju dingin berjenis cardigan yang ada ditangannya. Aku menatapnya sesaat, senyum manis menghiasi  wajah tampannya, senyum yang sangat digila –gilai oleh cewek – cewek disekolah, tapi aku tidak menghiraukan senyum itu. Kembali ku rebahkan tubuhku, tidak tahu kenapa aku selalu terhipnotis dengan suasana yang tenang seperti ini dan rasa kantuk mulai menyerang ku, kupejamkan mata ini.
BUUkKKKKKK….tanpa sadar pukulan ku mendarat diwajah tampan Rama, Rama tidak siap menerima pukulan ku sehingga dia terjerembab dan meringis kesakitan. Aku berlari ditengah kegelapan malam meninggalkannya, tidak ada satu orang pun disini, hanya ada barisan pohon pinus yang menjulang tinggi seolah ingin menggapai angkasa. Tenaga ku terlalu sedikit untuk berlari lebih jauh lagi, Rama berhasil mengejarku dan menyuruh ku masuk kedalam mobilnya. Terfikir untuk lari lagi darinya, tapi apa aku bisa selamat sampai rumah ditengah hutan pinus ini? Akhirnya ku mengalah demi keselamtan ku. Waktu sudah menunjukan pukul 23.55 Wib, mobil berjalan perlahan di ruas jalan yang sudah mulai sepi dari kendaraan lain.
“maafin gue No” Rama memulai pembicaaran setelah terjadi perang dingin diantara kita.
“sumpah gue nggak bermaksud macem –macem ma lo”.
“WHATTT……nggak bermaksud macem – macem kata lo? trus apa maksud lo meluk gue tiba – tiba?” kemarahan ku memuncak kembali.
“gue pikir kita sahabat Ram….”
“tapi lo udah ngelakuin hal yang nggak pantes….kita sama – sama cowok Ram”
“tapi gue sayang sama lo No” kata – kata itu membuat kami terdiam membisu, panas kuping ini mendengarnya, tapi  malas untuk membalasnya, sudah cukup lelah jiwa dan raga ini. terdengar sayup – sayup Rama menangis, tapi semua itu tidak membuat ku simpati kepadanya, bahkan hanya kebencian yang mengeras dalam dada.
Setelah kejadian malam itu aku berusaha menghindar dari Rama, aku kembali menyendiri, tenggelam dalam tanda tanya besar yang masih menggantung dalam benak ku, persahabatan kami tercoreng oleh cinta yang tak semestinya tumbuh diantara kami. Cinta yang tak pantas ada, karena aku pria normal.
Aku mencoba melewati hari  - hari tanpa Rama, tapi semua ini terasa hambar, tidak ada lagi canda tawa yang selalu menghiasi perjalanan kami, tidak ada lagi orang  yang selalu memberi ku semangat. Dunia ini terasa sepi, warnanya mulai memudar dipandangan ku.
Pukul 14.45 Wib. Hujan begitu deras hari ini, terpaksa aku batalkan niat ku untuk pulang cepat, kucoba keperpustakaan yang terletak disudut sekolah, ternyata terlalu banyak orang disana, mereka senasib dengan ku, terjebak hujan. Ku putar pandangan ku ke sebuah ruangan yang cukup sepi dari anak – anak sekolah ini. Akhirnya ruang musik ini menjadi pilihan ku untuk menghabiskan waktu menunggu hujan reda.  Ku tekan tuts – tuts piano upright yang bertengger manis di sudut ruangan. Tanpa terasa, sebuah lagu dari A7X yang berjudul “warmness on the soul” mengalun lembut keluar dari bibir ku, setitik cairan bening muncul disudut mataku, lagu itu membuat ku teringat kembali akan indahnya kenangan bersama Rama, membuat ku merasa bersalah padanya.
“apakah aku terlalu kejam padanya” batinku.
Tanpa sadar Rama sudah berdiri disamping ku, dengan wajah yang lusuh Rama mencoba duduk disamping ku. Rama kembali memainkan lagu A7X  yang menjadi lagu favorit kami, dentingan piano kembali mengalun ditemani rintik hujan yang semakin deras seolah  tahu akan kepedihan hati Rama. Rama menangis,  seolah dalam setiap bait lagu itu menggambarkan perasaannya. Hatinya begitu hancur, rasa bersalah menyeruak kembali dalam benak ku.
“sekejam itukah aku” batinku.
Rama benar – benar terlihat berantakan, matanya bengkak, tubuh rapuh.  kepalanya pun jatuh dipundak ku, air matanya terus mengalir, raganya begitu lunglai, tubuhnya panas. Tak lama tatapannya tertuju kepadaku penuh kesedihan dan harapan. Aku tidak tahu harus berbuat apa, aku bingung, diam termenung.
“apa aku salah mencintai mu No?” ……hening…..
“apa aku tidak pantas untuk mendapatkan cinta mu No?” suaranya bergetar, tatapannya tajam kearah ku seolah mencari jawaban dari semua pertanyaannya, air mata terus mengalir. Aku hanya diam membisu, tak satu kata pun mampu aku ucapkan untuk menjawabnya.  Suasana hening kembali, hanya suara hujan yang menemani kami. Tiba – tiba Rama memeluk dan mencium bibir ku, tapi aku tidak berusaha menolaknya, aku menikmati semua kejadian ini. Cintanya Rama telah membuat aku lemah, cintanya telah menghancurkan keyakinan yang selama ini aku pegang.
“apa yang membuat lo seperti ini Ram?” tanya ku setelah keadaan mulai tenang.
“gue juga nggak tau No, rasa ini tumbuh dengan sendirinya”
“gue udah coba untuk menahannya, tapi nggak bisa No” Rama mencoba menjelaskan semuanya, ternyata ada rahasia besar yang selama ini Rama sembunyikan dari aku, bahkan dari semuanya termasuk keluarganya. Rama pernah mendapatkan pelecehan sexsual sewaktu duduk dibangku kelas enam sekolah dasar dulu. Pelecahan itu terjadi saat Rama ikut klub renang, bahkan tidak hanya sekali pelecehan itu terjadi. Rama kecil tidak begitu paham atas kejadian itu semua dan tidak ada keberanian untuknya mengadu.
“sumpah gue malu No”
“malu banget, gue merasa kotor, gue hina,  gue nggak bisa berbuat apa – apa saat itu” tangisnya pecah kembali. Aku memeluk Rama, membiarkannya tenang dalam pelukkan ku. Pengalaman pahit yang selama ini menghantui hidupnya, pengalaman yang ingin dilupakannya.
“makanya selama ini gue selalu shalat, gue selalu berdoa semoga hal ini nggak akan terjadi lagi”.
“gue minta maaf udah buat lo seperti ini, udah bikin lo terlibat sama masa lalu gue yang kelam, maafin gue No” Rama memeluk ku dengan erat.
Sejak saat itu, aku mencoba menjalani hubungan baru dengan Rama sebagai sepasang kekasih, semua ini adalah pilihan sulit bagi ku, tapi Rama adalah sahabat terbaik yang pernah aku milki, dan aku akan sangat bersalah jika membiarkannya hancur dalam kesediahan. Kejadian sepenuhnya bukan kesalahan Rama, tapi kesalahan orang yang sudah membuatnya seperti ini. Mengalami penderitan sendiri selama bertahun – tahun. Rama hanya korban, korban dari orang biadab yang tidak bertanggung jawab. 
Waktu berjalan dengan sangat cepat dan hubungan kami pun baik, tapi semua nilai sekolah ku hancur  dan bahkan beasiswa yang selama ini aku dapatkan nyaris dicabut oleh pihak sekolah. Impianku untuk masuk ke universitas ternama akan sirna. Aku mencoba menceritakan ini dengan Rama dari hati kehati, ternyata Rama mengerti dan kami pun mengakhiri hubungan kami. Kami lebih pantas jadi sahabat. Cinta tidak harus memiliki ungkap Rama saat itu. Rasa bangga ku akan Rama tidak pernah sirna, dia begitu tegar dan tangguh dalam menghadapi semua masalahnya. Pengalaman pahit telah membuatnya lebih dewasa.
Pengumuman kelulusan pun telah usai, kami lulus semua, aku bahagia bisa mempertahankan beasiswa ku. Rama memutuskan untuk kuliah di Yogyakarta dan aku kuliah di Bandung. Kesedihan menyelimuti aku dan Rama, tiga tahun kami bersama menjalin suatu hubungan yang penuh liku. Jarak memisahkan kami, aku dan Rama masih bersahabat, kami masih berkomunikasi via telpon atau jejaring sosial, terkadang terbersit rindu akan Rama, rindu akan persahabatan kami, rindu canda tawa renyah yang mengiringi perjalanan kami. Rama, kau adalah sahabat terbaik yang pernah aku miliki, semoga kamu bisa menjaga dirimu disana.

PENANTIAN SEBUAH MANEKIN


By: Aldy
Malam semakin kelam, udara begitu dingin menusuk kulit. Ku edarkan pandanganku keseluruh penjuru ruko(rumah toko) yang sudah mulai tutup, begitupun ruko tempat aku berdiri. Ruko yang bergaya modern itu hampir 90 persen diisi oleh butik dan distro ternama, ditambah dengan konsep taman yang tersebar disetiap sudut dan halaman depan, membuat ruko ini menjadi sangat menarik untuk dikunjungi. Semua yang datang kesini akan dimanjakan dengan berbagai macam fasilitas pendukung yang bikin betah berlama – lama disini, membuat para pengunjung yang awalnya hanya melihat – lihat menjadi tergoda untuk membeli beberapa model baju terbaru yang disuguhkan oleh butik – butik ternama itu. Satu persatu lampu toko mulai dimatikan, hanya lampu taman yang memang berhadapan dengan toko yang tidak dimatikan, membuat suasana malam sedikit lebih temaram, ditambah hujan mulai turun membahasi bumi ini.
“pria itu lagi” batin ku, setelah melihat sesosok pria yang selalu berdiri memandangiku setiap malam saat toko mulai ditutup. “apa yang sebenarnya dia cari?” pikirku mulai melayang membayangkan apa yang sebenarnya pria itu cari.” apa yang dia inginkan dari toko ini? Apa dia seorang pencuri?” tapi hati ini mulai menyangkalnya. “tidak mungkin dia seorang pencuri? Dia selalu berpenampilan menarik dengan mobil putihnya yang selalu diparkirkan tepat didepan toko ini”.
Siang mulai menjelang, semua aktivitas kembali berjalan, aku tetap berdiri diposisi ku semula,  entah sudah berapa lama aku seperti ini, hari ini aku mengenakan pakaian yang cukup mahal yang saat ini sedang trend dikalangan wanita muda di Indonesia dan mancanegara. Hampir setiap minggu aku berganti pakaian mewah yang ada ditoko ini, tapi semua itu tidak membuat ku merasa menjadi diriku sendiri. Aku terbelenggu oleh kaca etalase yang bening namun tebal ini. Ya…aku hanyalah sebuah manekin,atau patung penghias toko pakaian. Ruang lingkupku hanyalah di etalase toko, selalu dipandang oleh pengunjung tapi tidak pernah lebih sebagai sebuah patung penghias. Aku manekin yang beda dari manekin yang ada ditoko – toko lainnya, wujudku tidak seperti patung, melainkan seperti patung lilin yang berbentuk wanita cantik, begitu persisnya seperti manusia terkandang membuat para pengunjung berdecak kagum, tapa hanya itu tidak lebih.
Aku juga mempunyai perasaan dan penglihatan yang normal layaknya manusia, tapi ragaku tak dapat bergerak, dan aku benar – benar seperti patung. Entah sudah berapa lama aku seperti ini. Disuatu malam aku tersadar sudah seperti ini, dipajang dietalase sebuah toko dengan pakaian mahal. Ingin rasanya berontak, tapi tidak ada sedikit kekuatan yang aku punya, aku benar – benar terbelenggu dalam raga patung ini. Hanya pria itu saja yang mungkin merasakan ada yang berbeda dari aku sebagai manekin. Tatapannya salalu tertuju pada ku, setiap malam selalu hadir menemaniku hingga fajar menyingsing. Pria itu sangat tampan menurutku, wajahnya yang sedikit oriental tapi berkarakter dengan perawakkan yang atletis, membuatnya begitu sempurna,  tapi terkesan sedikit misterius.
Malam kembali menjelang, pria itu sudah hadir seperti biasanya, disaat semua orang pergi meninggalkan ruko ini, dia hadir menemaniku, tidak pernah absen sekali pun sejak aku sadar akan keberadaannya. Hari ini pakaiannya begitu rapih, terkesan lebih formal, seolah – olah dia baru saja hadir dalam sebuah perayaan berkelas. Tapi anehnya, sekarang dia tidak hanya berdiri memandangi ku dari taman, dia berjalan dan mendekat kearah ku. senyumnya menghiasi wajah tampannya, ada perasaan aneh dalam hati ku, aku merasa jantungku mulai berdetak kencang, aku menjadi salah tingkah. Kini dia sudah tepat berdiri didepan ku, kami saling bertemu berpandang.
Malam ini cukup cerah, bulan begitu sempurna bentuk bulatnya. Warnanya yang putih kebiruan membuat bintang merasa iri padanya, pria itu kembali tersenyum kepada ku, sesekali matanya melirik jam tangan Swiss Armi yang dipakainya, seolah menunggu sesuatu dia kembali melirik jam tangannya. Bulan semakin kokoh bertengger diluasnya angkasa, warnanya semakin cerah menerangi malam ini, tidak ada sejumput awanpun yang berani hadir menghalangi cahayanya.
“malam ini bulan purnama”, pria itu berkata padaku, tangan kekarnya menjulur dan meraih tangan ku, tapi dia bisa menembus tebalnya kaca toko ini. Perlahan sebuah energy marasuki tubuhku, rasa hangat menjalar dalam setiap aliran darahku. Tubuh kaku ku melemas dan aku bisa menggerakan seluruh tubuhku. Pria itu menarikku keluar dari etalase toko, dia mengapit tanganku, membawaku berlari kesebuah taman yang cukup luas, begitu indah taman itu, kami berhenti disebuah air pancur yang cukup besar yang ada ditaman ini. Aku masih bingung akan semua ini,kenapa aku bisa bergarak dan kenapa pria ini bisa membuatku seperti ini.
“malam ini bulan purnama”, sekali lagi pria itu berkata dan seolang ingin menjelaskan sesuatu kepadaku.
“maksud kamu apa? Apa yang sebenarnya terjadi? Dan siapa kamu?” pertanyaan itu mengalir deras dari bibir ku, pria itu memandang ku, lalu kembali memandang  bulan. Suasana malam menjadi hening seketika, angin malam berhembus menggerakan rating – rating pohon yang ada ditaman ini.
“tolong jelaskan kepadaku,  apa maksud semua ini?” aku mengguncang tubuh pria itu yang diam mematung.
“kamu adalah Nafhisa, pacarku”. Pria itu kembali terdiam, kali ini wajahnya tertunduk, terdengar suara tangis.
“maksud kamu? Aku Nafhisa dan aku pacar kamu?,  Tidak mungkin, aku hanya sebuah patung penghias toko pakaian. Aku…..”
“kamu manusia, dan kamu hanya terperangakap dalam tubuh patung itu, itu semua salah aku, kamu tidak ingat apa yang terjadi waktu itu? Waktu kita mengunjungi pasar malam disaat bulan purnama empat tahun yang lalu, kamu masih ingat? Semua itu salah aku.” Pria itu jatuh berlutut dihadapanku, tangisnya pecah dan rasa bersalahnya begitu besar. “Maafkan aku”.
“empat tahun yang lalu?” aku mencoba mengingat kejadian itu. Tapi sulit rasanya mengumpulkan semua serpihan yang hancur dalam ingatan ku. aku tidak ingat apa yang terjadi empat tahun yang lalu. “tolong jelaskan semuanya, aku benar – benar tidak mengerti”. Suara ku meninggi dan mencoba menatap wajah pria itu. Pria itu bergeming, tangannya mengambil sesuatu dari dalam sakunya.
“kartu tarot?” pria itu memberiku empat buah kartu tarot. Seketika pandangan ku kabur, tubuh ini tidak dapat menopang raga ini, aku lemas terkulai, ingatanku mulai bermunculan satu persatu.
“Fhi…bangun, bulan sudah mulai menghilang….Fhi”. teriakan pria itu terdengar sayup – sayup, dia  mengangkat tubuhku dan berlari menyusuri taman kembali ketoko.
Satu tahun setelah kejadian malam itu, pria tampan itu tidak pernah muncul lagi, setiap malam aku berdiri dan menanti kehadirannya, tapi semua sia – sia. Aku saat ini benar – benar sendiri. “Semua ini bukan salah kamu Pram, aku yang egois tidak menuruti kata – kata kamu , aku terlalu percaya dengan wanita itu”. Aku menangis dalam kebekuan. Kebekuan malam yang membuatku mengingat semua yang terjadi empat tahun lalu.
**********************

“hai Pram….nanti malam kita pergi kepasar malam yuk”.
“ngapain kesana? Tumben kamu  suka tempat yang seperti itu? Bukannya kamu paling anti sama hal – hal yang berhubungan dengan dunia kaum menengah kebawah”.
“bukan gitu Pram, aku memang anti dengan hal – hal itu, tapi ada tempat yang harus aku kunjungi disana…..ayolah Pram”.
“oke…aku temanin kamu nanti malam, tapi jangan bikin masalah disana”.
“siiiiiiippppp…..thanks ya Pram”.
Malam ini pasar malamnya tidak terlalu ramai, karena hari ini memang  bukan hari libur, tapi ada beberapa pasangan yang menghabiskan malamnya ditempat seperti ini. Tempat yang sebenarnya tidak disukai oleh Nafhisa. Nafhisa adalah salah satu model ternama, dia hanya mau bergaul dengan kalangan menengah keatas, kehidupannya yang selalu glamor  ditunjang dengan parasnya yang cantik, tak ayal membuat banyak wanita yang iri padanya. Dibalik sosoknya yang angkuh ternyata Nafhisa adalah gadis yang rapuh. Sebenarnya Nafhisa adalah gadis yang baik, dan semua keangkuhannya adalah hasil didikan dari orang tuanya. Orang tuanya selalu mengharap lebih dari Nafhisa, dan selalu memandang rendah kaum kecil.
“kamu cari apa Fhi?” Pram membuka suara setelah melihat pacarnya mondar mandir tidak tentu arah itu.
“aku cari  Black  Side House….nahhh…itu dia,  kesana yuk” Nafhisa menarik tangan Pram dan memasuki kedalam rumah yang terbuat dari kain dan berbentuk kerucut itu, ternyata dalamnya cukup besar, interiornya semua berhubungan dengan dunia mistik, warnanya perpaduan antara merah dan hitam, penerangan hanya menggunakan lilin – lilin besar berwarna merah. Banyak patung – patung seperti manekin berdiri disetiap sudut tempat ini, paras meraka cantik seperti manusia sungguhan.
“Nafhisa”. Sesosok wanita paruh baya muncul dari balik tirai berwarna hitam. Wajahnya tirus dan keriput, rambutnya putih tergerai begitu saja. Suaranya bergetar menandakan dia sudah cukup tua.
“ngapain kita kesini Fhi?” Pram merasa tidak nyaman akan tempat ini dan sosok wanita tua itu.
“tenang aja Pram, nggak akan terjadi apa – apa kok, masuk yuk” Nafhisa mengapit tangan Pram dan membawanya masuk melewati tirai hitam itu.

**************************************

“Fhi…kamu udah gila ya? Kamu percaya sama nenek – nenek itu? Itu namanya Syirik Fhi menduakan Tuhan”.
“tapi Pram , Cuma itu caranya dan aku nggak tau harus gimana lagi, please Pram bantu aku”.
“nggak Fhi, kalo kayak gini caranya mending kamu nggak usah ambil film itu, kamu sama aja bersekutu dengan setan, dan kamu tau resikonya? Kamu mempertaruhkan jiwa kamu kepada iblis itu”.
“aku harus ambil cara itu Pram, hanya itu jalan keluarnya, kamu tau semenjak kita pacaran karir aku benar – benar menurun, karena kamu selalu mengatur aku, selalu nasehatin aku mana yang baik dan yang nggak baik”.
“ohhhh…jadi sekarang kamu menyesal pacaran sama aku? dan kamu mau bersekutu dengan iblis itu? Terserah kamu, satu hal jangan pernah menyesal saat kamu menerima resikonya”.
“baik….aku tidak akan pernah menyesal, toh….jika aku tidak  berhasil mendapatkan tumbal gadis perawan di bulan purnama nanti, aku yang akan mereka ambil dan tidak ada yang akan dirugikan, tapi aku tau aku pasti berhasil mendapatkan itu semua, dan mulai sekarang kita putus, aku tidak membutuhkan kamu lagi Pram”.
“kamu benar – benar sudah gila Fhi”.
Air mata ini mengalir tanpa henti, semua kejadian empat tahun yang lalu tergambar diingatan ku. aku memang bodoh percaya dengan wanita tua itu, karir ku tidak secemerlang yang dia janjikan, bahkan sebelum bulan purnama muncul aku menjadi manikin seperti ini. Ini semua kutukan dari kartu tarot yang wanita tua itu bacakan untuk ku, aku terlalu percaya akan semua ramalannya. Semua itu menyesatkan. “ semua ini bukan salah kamu Pram…..please temani aku lagi….PRAMMMMM……”. tiba – tiba suara ku tercekat, nafasku sesak, aku tidak bisa menopang tubuh ini. Dan
PRAAAAAAAANKKKKK…………..
Tubuh manekinku hancur berkeping – keping. Aku tersadar, tapi dalam tubuh asli ku, aku kembali normal. Betapa senangnya hati ku. Aku berlari meninggalkan toko pakaian itu, berlari dan terus berlari, kupandangi langit, bulan tidak purnama malam ini, tapi kenapa aku bisa bergerak, bahkan tidak dalam tubuh manekinku lagi. Aku melewati taman itu, ku lihat sesosok orang yang ku kenal berdiri memandangi air pancur itu.
“Pram”. Batin ku. aku berlari menghampirinya, dan benar dia adalah Pram, aku memeluk punggungngya. “Pram…aku sudah kembali Pram….Pram lihat aku….Pram”. Pram hanya diam membisu, pandangannya kosong, “PRAMMMMM…..”.suara ku meninggi, tubuh itu berbalik dan….
“TIDAKKKKKKKK……”.tangisku pecah membahana  malam ini. Pram pria yang selama ini hadir menemaniku dalam kekosongan ternyata menggadaikan mata dan jiwanya untuk menebusku. Kini Pram harus rela kehilangan matanya dan mungkin jika waktunya tiba jiwanya akan diambil juga.
“terlalu besar pengorbanan mu buat ku Pram, aku tidak pantas mendapatkannya”.
“Semua ini aku lakukan karna aku mencintaimu Fhi”.
“MAAFKAN AKU PRAM”.



kirim cerita

Buat temen2 yg kepingin ceritanya dimuat di blog ini, silahkan kirim ceritanya ke aldhyaditya@gmail.com Dan semua cerita yg masuk ke email aldhy menjadi hak milik aldhy, sehingga aldhy berhak mengubah cerita yang masuk. Terima Kasih

Lencana Facebook

Mengenai Saya

Foto saya
hidup ini adalah anugrah, maka cintailah hidup ini dengan sebaik - baiknya.